Printed From:

Sembelit adalah salah satu gangguan pencernaan yang sering dikeluhkan. Sembelit atau konstipasi merupakan gejala defekasi yang tidak memuaskan ditandai dengan BAB < 3 kali dalam seminggu atau kesulitan pengeluaran tinja akibat tinja yang keras. 1,2 Tetapi faktanya satu dari dua orang yang menderita sembelit tidak melakukan pengobatan dengan laksatif.3 Bahkan diantara penderita sembelit yang melakukan pengobatan laksatif ada yang menunda sampai gejalanya memburuk. Biasanya gejala tersebut timbul pada hari kedua dan barulah dimulai mengkonsumsi laksatif.3 Susah BAB juga dapat terjadi pada anak-anak yaitu rata-rata kejadiannya adalah sebesar 14% dimana anak laki-laki yang sembelit memiliki ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar yang lebih tinggi dari anak perempuan.4

Sebagian gejala yang dialami oleh orang yang menderita sembelit adalah mengejan, tinja keras, rasa tidak tuntas BAB, sensasi seperti tegang, harus memasukkan jari untuk tinja, dan sakit perut atau kembung (bukan gejala dominan).1 Sebenarnya menunda mengatasi sembelit bisa mengakibatkan tinja menumpuk dan mengeras sehingga akan semakin sulit dikeluarkan. Pada akhirnya dapat menyebabkan sobekan anus atau sumbatan usus.5

Referensi:

  1. Konsensus Nasional Penatalaksanaan Konstipasi di Indonesia. Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia. 2010.
  2. Andrew CN, Storr M. The Pathophysiology of Chronic Constipation. Can J Gastroenterol 2011 (25); Suppl B
  3. Data U&A Dulcolax, IPSOS 2018.
  4. Hyams Jeffrey S, et all. Childhood Functional Gastrointestinal Disorders: Child-Adolescent. Gastroenterology 2016; 150: 1456-1468.
  5. International Longevity Centre UK (ILC UK) and Norgine in consultation with a European expert working group. The Burden of Constipation in Our Ageing Population. 2013.