Printed From:

 

 

Obat Susah Buang Air Besar yang Ampuh

Ketika Anda susah buang air besar (BAB) karena sembelit, perut akan jadi terasa keras dan tidak nyaman. Sembelit jangan dibiarkan berlarut! Agar BAB bisa lebih lancar, Anda bisa coba minum obat susah buang air besar yang dijual di toko obat atau apotek terdekat. Obat sembelit seperti apa yang benar-benar manjur melancarkan BAB?

Sekilas info tentang susah buang air besar

Umumnya, frekuensi BAB yang sehat berkisar antara 3 kali sehari sampai 3 kali seminggu. Anda bisa dikatakan mengalami sembelit apabila buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. [1]

Sembelit harus segera diatasi, sebab jika tidak aktivitas sehari-hari Anda akan ikut terganggu. Sembelit yang dibiarkan berlarut lama bisa membuat feses mengeras dalam perut sehingga terasa sakit saat dikeluarkan. Anda pun berisiko mengalami wasir atau ambeien.

Untuk mengatasi sembelit dengan cepat, mudah, dan ampuh, Anda bisa minum obat susah buang air besar.

Obat untuk mengatasi susah buang air besar

Obat susah buang air besar disebut juga sebagai obat pencahar. Obat pencahar memudahkan Anda BAB dengan beragam cara. Ada yang fungsi utamanya melunakkan feses, dan ada pula yang khusus merangsang usus lebih aktif bergerak untuk memindahkan feses dari usus besar menuju anus.

Obat pencahar sendiri ada beberapa jenis. Setiap obat ini punya tujuan yang sama, namun kandungan zat, cara pakai, serta lama waktu kerjanya berbeda-beda.

Berikut adalah beberapa jenis obat susah BAB dan cara pakainya yang wajib Anda ketahui.

1. Obat tablet

Salah satu obat pencahar yang umum ditemui adalah berbentuk tablet. Obat susah buang air besar berbentuk tablet cukup banyak tersedia di pasaran. Obat pencahar tablet, misalnya Dulcolax, biasanya bekerja merangsang usus besar bergerak lebih aktif agar feses cepat keluar melalui anus.[2]

Ditambahkan menurut penelitian dari jurnal Clinics in Colon and Rectal Surgery, obat untuk susah BAB  biasanya mengandung zat bisacodyl yang cukup ampuh mengatasi sembelit. [3]

Cara pakainya:

Obat susah BAB berbentuk tablet, seperti bisacodyl memiliki dosis 5-10 gram. Orang dewasa bisa minum 1-2 tablet sekali sehari sebelum tidur. Sementara, dosis anak kecil usia 4-10 tahun adalah 1 tablet sekali sehari. Minum tablet pencahar dengan air mineral.[4]

Agar lebih akurat, baca aturan pakai dan ikuti aturan dosis yang tertera pada kemasan obatnya.

2. Obat sirup

Obat untuk mengatasi susah buang air besar juga ada yang berbentuk sirup atau cair. Obat pencahar jenis ini kebanyakan mengandung laktulosa (lactulose) yang bekerja menarik air ke usus untuk melunakkan feses agar lebih mudah dikeluarkan.

Obat susah buang air besar versi sirup, seperti Dulcolactol, dapat mulai melancarkan BAB dalam 48 jam setelah diminum. [5]

Cara pakainya:

Dosis yang dianjurkan untuk obat sirup pencahar mengandung laktulosa sebanyak 15 ml sekali minum. Anda bisa mengonsumsinya 1-2 kali sehari. Sementara itu, untuk anak-anak yang berusia di bawah 14 tahun, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter.[5]

Selain meminumnya langsung, Anda juga dapat mencampur obat ini ke jus buah atau air. Baca aturan pakai dan takaran dosisnya yang sesuai usia dalam kemasan obat.

3. Suplemen

Obat susah buang air besar berupa suplemen dikenal sebagai suplemen serat. Suplemen serat umumnya mengandung psyllium, kalsium polikarbofil, atau metilselulosa. [6]

Cara kerjanya sama dengan kandungan serat alami dalam makanan. Serat membantu membentuk feses lebih padat tapi tetap bertekstur lunak, sembari membantu mendorong feses keluar dari usus.

Efek suplemen serat untuk melancarkan BAB dapat mulai terasa dalam 12-24 jam setelah diminum. 

Cara pakainya:

Umumnya dokter akan menganjurkan Anda minum obat ini hanya untuk kondisi sembelit tertentu. Anda tetap harus minum banyak air putih selama mengonsumsi obat ini. [7]

Baca cara pakai dan takaran dosis yang sesuai di kemasan.

4. Obat supositoria

Obat susah buang air besar bukan cuma bisa diminum. Ada juga jenis obat padat yang harus langsung dimasukkan ke dalam anus. Obat pencahar ini disebut sebagai supositoria, bentuknya padat seperti pil, namun agak lunak.

Obat susah BAB jenis supositoria biasanya juga mengandung zat bisacodyl.[8] Obat ini bekerja memicu otot-otot usus besar bergerak lebih lancar untuk mendorong feses keluar menuju anus. Obat supositoria ada juga yang bekerja melunakkan feses.

Cara pakainya:

Anda wajib cuci tangan terlebih dahulu sebelum memasukkan obat ini ke dalam anus.

Masukkan obat dalam posisi jongkok atau berbaring miring sambil membuka lebar salah satu kaki. Dorong perlahan obat ke dalam rektum, dan tunggu sekitar 30 menit sampai obat meleleh di dalam.

Anda wajib minum air yang banyak selama mengonsumsi obat ini, karena obat supositoria bisa berisiko menyebabkan dehidrasi. Baca cara pakai dan takaran dosis yang sesuai di kemasan obat.[9]

Referensi :

  1. Stimulant laxative. https://www.healthline.com/health/stimulant-laxatives diakses pada 05 September 2019.
  2. Stimulant laxative orals. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-78517/stimulant-laxative-oral/details
  3. Portalatin, M., & Winstead, N. (2012). Medical management of constipation. Clinics in colon and rectal surgery, 25(1), 12–19. doi:10.1055/s-0032-1301754. diakses pada 05 September 2019.
  4. Bisacodyl Laxative tablets https://www.medicines.org.uk/emc/product/9110/pil
  5. Lactulose https://www.nhs.uk/medicines/lactulose/ diakses pada 05 September 2019.
  6. Before you buy  fiber supplements https://www.verywellhealth.com/before-you-buy-fiber-supplements-1941633 Diakses pada 10 Desember 2019.
  7. Fiber supplements https://www.webmd.com/diet/features/fiber-supplements Diakses pada 10 Desember 2019.
  8. Laxative bisacodyl rectal https://www.webmd.com/drugs/2/drug-56030/laxative-bisacodyl-rectal/details Diakses pada 10 Desember 2019.
  9. Suppositories, how to use? https://www.webmd.com/digestive-disorders/suppositories-how-to-use#1 diakses pada 05 September 2019.
  10. Medications and how to treat coantipation https://www.webmd.com/digestive-disorders/prescription-medications-to-treat-constipation#1 diakses pada 05 September 2019.
  11. Laxatives for constipation https://www.webmd.com/digestive-disorders/laxatives-for-constipation-using-them-safely#1 diakses pada 05 September 2019.
  12. Types of laxative constipation https://www.verywellhealth.com/types-of-laxatives-for-constipation-1944793 diakses pada 05 September 2019.
  13. Constipation https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/constipation/treatment diakses pada 05 September 2019.
  14. Laxatives https://www.drugs.com/drug-class/laxatives.html diakses pada 05 September 2019.

 

 

 

TIPS

Jangan lupa juga untuk mengkonsumsi cairan yang cukup saat bepergian, minimal 2 liter sehari dan perbanyak konsumsi makanan berserat saat bepergian agar aktivitas tidak terganggu oleh sembelit.4

Artikel_Bepergian

Dulcolax Tablet