Printed From:

Ciri-Ciri dan Penyebab Sembelit pada Ibu Hamil

Banyak ibu yang mengeluhkan sembelit atau susah buang air besar saat hamil. Memang, sembelit bisa terjadi pada siapa saja, tak terkecuali ibu hamil. Selain susah buang air besar, feses juga akan mengeras sehingga sulit dikeluarkan. Sebaiknya ketahui penyebab sembelit pada ibu hamil, beserta cara mengatasi yang tepat.

Apa saja ciri-ciri sembelit pada ibu hamil?

Ciri-ciri alias gejala sembelit yang terjadi pada ibu hamil sebenarnya serupa dengan gejala sembelit pada umumnya. Salah satu yang paling umum adalah jarang buang air besar, sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic.[1]

Umumnya, ketika Anda mengalami sembelit, frekuensi buang air besar bisa kurang dari 3 kali dalam seminggu. Anda juga bisa tidak buang air besar sama sekali selama lebih dari 3 hari.[1]

Hal ini juga berlaku bagi ibu yang mengalami sembelit saat sedang hamil. Anda mungkin akan jarang buang air besar sehingga feses menjadi mengeras, kering, dan sulit untuk dikeluarkan.[5] Itulah mengapa ibu hamil yang mengalami sembelit biasanya mengeluhkan sakit dan rasa tidak nyaman saat buang air besar.

Nah, berikut berbagai gejala sembelit yang bisa terjadi pada ibu hamil: [7]

  • Jarang buang air besar (kurang dari 3 kali seminggu).
  • Tekstur feses kering dan keras.
  • Sakit saat buang air besar.
  • Rasa penuh dan tidak nyaman di dalam perut.
  • Merasa masih adanya feses yang menumpuk di dalam rektum tapi sulit dikeluarkan.
  • Merasa buang air besar masih belum tuntas dan lega.
  • Merasa adanya sumbatan di dalam rektum yang seolah menghalangi kelancaran buang air besar.

Beberapa ibu hamil biasanya mengalami sembelit di trimester pertama kehamilan. Namun, ada juga ibu hamil yang merasakan sembelit di trimester kehamilan lainnya.

Apa penyebab sembelit pada ibu hamil?

Supaya bisa dihindari sebelum terjadi, penting bagi Anda untuk memahami penyebab utama dari sembelit pada ibu hamil. Kehamilan pada dasarnya memang cenderung membuat Anda mengalami sembelit.

Berikut beberapa penyebab sembelit pada ibu hamil yang umumnya terjadi:

1. Perubahan kadar hormon

Adanya perubahan pada fisiologis dan anatomis saluran pencernaan bisa menjadi alasan utama timbulnya sembelit pada ibu hamil. Mulai dari perubahan kadar hormon, rahim yang semakin membesar, serta peningkatan penyerapan air di dalam usus. [4]

Kadar hormon yang berubah selama kehamilan dapat menyebabkan otot-otot usus berelaksasi atau mengendur.[2] Akibatnya, pergerakan makanan yang dicerna di dalam usus cenderung lebih lambat. Semakin lama pergerakan feses di dalam usus, tentu akan semakin meningkatkan jumlah air yang diserap usus dari feses.

Kadar air pada feses pun berkurang, sehingga membuatnya lebih padat, keras, kering, dan jadi sulit untuk dikeluarkan saat buang air besar.

2. Tekanan dari rahim

Selama masa kehamilan, rahim akan terus membesar seiring dengan perkembangan bayi. Ukuran rahim yang semakin membesar dapat semakin menekan usus pada sistem pencernaan.

Hal ini yang kemudian memengaruhi kerja usus dalam mencerna makanan dan mengalirkan feses. Feses pun jadi lebih sulit untuk bergerak dan dikeluarkan dari tubuh.[4]

3. Terlalu banyak minum suplemen zat besi

Asupan zat besi dan kalsium yang cukup sangat dibutuhkan selama masa kehamilan. Akan tetapi, minum suplemen zat besi dan kalsium dalam jumlah yang terlalu banyak bisa menyebabkan sembelit pada ibu hamil.[4]

Ini dikarenakan kadar zat besi dan kalsium yang berlebihan dapat berujung pada tekstur feses yang keras, sehingga sulit untuk dikeluarkan saat buang air besar.

Bagaimana cara mengatasi sembelit pada ibu hamil?

Kesehatan tubuh ibu merupakan salah satu hal penting yang harus dijaga selama masa kehamilan. Jika Anda terlanjur mengalami sembelit saat hamil, jangan tunda untuk segera mengobatinya agar tidak semakin bertambah parah.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil, antara lain:

1. Minum obat pencahar

Ibu bisa minum obat pencahar untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil. Namun, penting untuk diperhatikan. Tidak semua sembarang obat bisa diminum selama masa kehamilan.

Silakan konsultasikan dengan dokter lebih dulu untuk mengetahui dosis obat yang aman diminum saat hamil.

Jika diperlukan obat pencahar, Dulcolax bisa menjadi salah satu pilihan. Ada berbagai sediaan Dulcolax yang bisa Anda pilih, yakni dalam bentuk tablet maupun sirup. Dulcolax tablet memiliki kandungan bisacodyl, sementara Dulcolax sirup (Dulcolactol) mengandung lactulose. Ibu hamil mungkin bisa memilih Dulcolactol.

Lactulose yang ada dalam Dulcolax sirup tergolong dalam kategori B untuk kehamilan, yakni obat yang tidak terbukti berisiko tinggi dari beberapa hasil penelitian.[3] Akan tetapi, tetap pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan mendapatkan lampu hijau untuk minum obat pencahar ini.

2. Makan makanan berserat

Jangan lupa juga untuk memperbanyak asupan serat. Ini karena selain baik untuk melancarkan kerja sistem pencernaan, serat yang cukup juga menyumbang zat gizi penting bagi Anda dan bayi di dalam kandungan.

Supaya sembelit cepat teratasi, Anda sebaiknya makan serat sebanyak 28 sampai 34 gram serat per hari.[4] Jumlah tersebut bisa dengan mudah didapat dengan makan 3 porsi sayur setiap hari dan mengganti camilan dengan beragam buah-buahan.

3. Minum air yang banyak

Memperbanyak minum bisa menjadi cara mengatasi sembelit pada ibu hamil. Anjurannya, Anda harus minum setidaknya 10 sampai 12 gelas per hari. Namun, supaya tidak menambah asupan kalori yang tak perlu, Anda sebaiknya pilih minum air putih yang sudah tentu sehat, ya.

Minum air dapat menambah cairan di dalam feses kemudian membuat sisa makanan tersebut lebih mudah dikeluarkan.[5]

 

4. Ubah gaya hidup

Selain tiga cara diatas, Anda juga harus mulai mengubah gaya hidup. Ini demi mengatasi dan mencegah sembelit di kemudian hari. Misalnya seperti olahraga dengan rutin.[5]

Walau sedang hamil bukan berarti Anda berhenti berolahraga, tetap berolahraga minimal 20-30 menit, 3 kali seminggu. Pastikan melakukan olahraga sesuai kondisi kehamilan Anda, tidak perlu memaksakan diri. Pasalnya berolahraga dapat membantu menstimulasi kerja usus Anda sehingga pencernaan lebih lancar.

Cara mengatasi sembelit pada ibu hamil lainnya juga bisa dibantu dengan membagi porsi makan harian. Jika biasanya Anda bisa makan 3 kali dengan porsi yang cukup banyak, kini usahakan untuk makan 5-6 kali dengan porsi yang lebih sedikit.

Dengan begitu, sistem pencernaan tidak terlalu bekerja keras untuk melumatkan makanan. Usus pun bisa mengalirkan makanan dan feses dengan lancar. Sebaliknya, makan makanan dalam jumlah terlalu banyak saat sembelit justru akan menyulitkan kerja sistem pencernaan selama memproses makanan.

Terakhir, Anda juga perlu berkonsultasi ke dokter mengenai dosis besi yang Anda konsumsi. Mungkin saja konstipasi yang Anda derita akibat suplemen besi yang berlebihan. Untuk menyiasatinya Anda bisa mengurangi dosis besi namun tetap mengonsumsi makanan yang kaya zat besi agar kebutuhan zat besi Anda selama hamil tidak berkurang.

Referensi :

  1. Constipation Signs and Symptoms. https://www.ucsfhealth.org/conditions/constipation/signs_and_symptoms.html Accessed on September 5th 2019.
  2. Pregnancy and Constipation. https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/constipation-during-pregnancy/ Accessed on September 5th 2019.
  3. Lactulose Pregnancy and Breastfeeding Warnings. https://www.drugs.com/pregnancy/lactulose.html Accessed on September 5th 2019.
  4. Constipation and Pregnancy: What to Know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324379.php Accessed on September 5th 2019.
  5. 5 Safe Remedies for Constipation in Pregnancy. https://www.healthline.com/health/pregnancy/constipation-remedies#1 Accessed on September 5th 2019.
  6. Megan Trottier., Aida Erebara., Pina Bozzo. (2012). Treating Constipation During Pregnancy. Canadian Family Physician. 58 (8): 836-838. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3418980/
 

TIPS

Selain menggunakan obat pencahar, diperlukan juga aktivitas untuk mengurangi stress. Lakukan hal-hal yang dapat mengurangi tingkat stress seperti berolahraga, meditasi, yoga, dan tentunya diimbangi dengan pola makan yang sehat serta istirahat yang cukup.4

Artikel_Stress

Dulcolax Tablet