Printed From:

 

 

Bepergian

Sembelit merupakan suatu kondisi dimana frekuensi buang air besar terjadi kurang dari 3 kali dalam seminggu. Sembelit juga bisa ditandai dengan keluhan seperti tinja keras, perut terasa penuh, sakit perut, mengejan, rasa tidak tuntas setelah BAB, atau ada sensasi mengganjal di anus/seperti tersumbat.1 Perjalanan jauh dapat memicu stress, rasa cemas, dan gangguan suasana hati sehingga menyebabkan gangguan sembelit.2 Selain itu, bepergian atau traveling juga dapat memicu perubahan pola diet, pola BAB, rasa letih, serta “jet lag” yang menyebabkan perubahan gerakan usus sehingga mudah terjadi sembelit/susah BAB.3 Ketika bepergian, kita juga harus menghadapi masalah misalnya seperti penggunaan toilet umum, yang kerap kali juga menjadi pemicu dari sembelit.3

Mengalami sembelit saat bepergian tentunya akan mengganggu aktivitas liburan kita. Untuk itu diperlukan obat pencahar yang dapat mengatasi sembelit saat bepergian.

Referensi :

  1. Simren M, et al. Update on Rome IV Criteria for Colorectal Disorders: Implication for Clinincal Practice. Curr Gastroenterol Rep. 2017. 19: 15.
  2. Tuteja A, et al. Development of Functional Diarrhea, Constipation, Irritable Bowel Syndrome, and Dyspepsia During and After Traveling Outside the USA. Dig Dis Sci (2008) 53: 271 – 276.
  3. Mearin F, et al. Traveler’s Constipation. Am J Gastroenterol. 2003 Feb; 98(2): 507-9.
  4. NHS UK Guideline. Laxative Treatment Guideline for Adults. 2017.
 

 

TIPS

Jangan lupa juga untuk mengkonsumsi cairan yang cukup saat bepergian, minimal 2 liter sehari dan perbanyak konsumsi makanan berserat saat bepergian agar aktivitas tidak terganggu oleh sembelit.4

Artikel_Bepergian

Dulcolax Tablet