Printed From:

Tanpa Sadar, Ini 3 Akibat Susah BAB yang Tidak Bisa Disepelekan

Susah buang air besar (BAB) dapat dikatakan sebagai sembelit. Sembelit itu sendiri umumnya disebabkan karena Anda kurang makan makanan yang berserat dan jarang minum air. Padahal, asupan serat dan air yang mencukupi dapat memperlancar gerak usus untuk membuat feses yang lunak dan mudah dikeluarkan. Lantas, apa saja masalah yang mungkin terjadi akibat susah BAB? Bagaimana cara mengatasinya?

Masalah yang mungkin terjadi akibat susah BAB

1. Perut terasa keras dan mulas

Menjalani rutinitas harian selama sembelit pasti terasa tidak nyaman. Pasalnya, perut tak berhenti terasa mulas akibat terus-terusan ingin BAB tapi susah direalisasikan.

Sisa makanan yang menumpuk dalam usus akan semakin mengeras, kemudian membuat perut terasa penuh dan begah. Rasa tidak nyaman akibat susah BAB ini juga diperparah dengan sensasi perut kembung dan buang-buang angin. Sebab semakin lama feses menumpuk dalam perut, semakin banyak pula gas yang dihasilkannya.[1]

Pada akhirnya, tendensi bolak-balik ke kamar mandi yang tidak pernah membuahkan hasil akan mengganggu konsentrasi bekerja atau mengganggu hal-hal lain yang perlu dikerjakan.

2. Wasir

Akibat susah BAB lama-lama juga membuat Anda rentan terkena wasir alias ambeien. Penyebabnya adalah karena tekanan besar yang terus diterima pembuluh darah vena di anus selama Anda mengejan (ngeden).

Sembelit menyebabkan feses mengeras dan kering. Maka itu Anda akan perlu tenaga yang lebih kuat untuk bisa mengeluarkannya. Saat mengejan terlalu keras dalam waktu lama, pembuluh vena di sekitar anus Anda akan tertekan hingga akhirnya mengalami pembengkakan.

Benjolan pembengkakan ini yang disebut wasir, timbulnya bisa di sisi terluar anus atau di dalam lubang anus itu sendiri. Wasir akibat sembelit bisa menyebabkan Anda merasa sakit setiap kali berusaha untuk buang air besar.

Jika sudah parah, benjolan wasir bisa pecah dan membuat BAB Anda jadi berdarah. Kadang, wasir yang sudah pecah juga menyebabkan gatal atau bahkan infeksi di sekitar anus.[2]

3. Kulit anus robek (anal fissure)

Berulang kali "memaksa" mengeluarkan feses yang keras dan kering dapat membuat jaringan dinding di rektum atau kulit anus robek. Kondisi ini disebut anal fissure, yang dapat menyebabkan gatal, sakit, dan perdarahan.

Ukuran luka di anus biasanya kecil. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat makin membesar semakin sering Anda mengejan keras-keras akibat susah BAB. Jika lukanya membesar, kondisi ini bisa memperparah sembelit Anda karena luka akan membuat BAB makin terasa sakit.

Saat buang air besar terasa sakit, bahkan mengeluarkan darah, Anda pun jadi makin malas atau takut buang air besar.

Luka yang lebih besar akan memengaruhi cincin otot yang fungsinya membuka tutup anus tiap kali mau BAB. Kondisi ini sulit disembuhkan. Anda mungkin butuh obat khusus atau bahkan operasi untuk memperbaiki anus yang robek.[2]

Lalu bagaimana mengatasi susah BAB?

Sembelit akibat susah BAB harus segera diatasi sebelum jadi berlarut-larut dan bertambah parah. Untuk itu, Anda bisa mencoba tiga cara mudah berikut ini:

1. Minum obat pencahar

Agar terhindar dari berbagai masalah di atas, segera minum obat pencahar begitu Anda merasa susah BAB.

Pilih obat pencahar yang mengandung zat bisacodyl. Zat ini merangsang gerak usus untuk mengeluarkan feses di dalam perut.

Efek obat pencahar yang mengandung bisacodyl untuk melancarkan BAB akan mulai terasa dalan 6-12 jam setelah diminum. Jangan lupa baca dan ikuti anjuran pakai di kemasan obat.[3]

2. Minum air yang cukup

Ketika merasa buang air besar agak sulit dan tidak teratur, coba minum air mineral yang cukup. Akibat kurang minum air, Anda bisa terkena dehidrasi yang makin membuat susah BAB. Maka itu, coba biasakan rutin minum air 8 gelas atau dua liter dalam sehari.[4]

3. Makan makanan berserat

Makanan berserat seperti buah dan sayuran, roti gandum, sereal gandum, dan pasta gandum umumnya baik untuk dikonsumsi saat susah BAB.

Makanan berserat membantu menahan lebih banyak air di dalam usus agar nantinya tekstur feses Anda lebih lembut dan mudah dikeluarkan. Serat juga membantu gerak usus lebih lancar untuk menggiring feses menuju rektum hingga sampai anus.[5]

Referensi :

  1. Abdominal pain and constipation https://www.healthline.com/health/abdominal-pain-and-constipation#outlook-and-takeaway Diakses pada 11 September 2019
  2. Chronic constipation affects body https://www.webmd.com/digestive-disorders/chronic-constipation-affects-body#1 Diakses pada 11 September 2019
  3. Dulcolax laxative https://www.everydayhealth.com/drugs/dulcolax-laxative Diakses pada 11 September 2019
  4. Water and constipation https://www.webmd.com/digestive-disorders/water-a-fluid-way-to-manage-constipation diakses pada 16 Desember 2019
  5. Fiber for constipation https://www.webmd.com/digestive-disorders/dietary-fiber-the-natural-solution-for-constipation#2 Diakses pada 11 September 2019.
  6. Constipastion and fatigue https://www.healthline.com/health/digestive-health/constipation-and-fatigue#1 Diakses pada 11 September 2019.
 
 

 

TIPS

Selain menggunakan obat pencahar, diperlukan juga aktivitas untuk mengurangi stress. Lakukan hal-hal yang dapat mengurangi tingkat stress seperti berolahraga, meditasi, yoga, dan tentunya diimbangi dengan pola makan yang sehat serta istirahat yang cukup.4

Artikel_Stress

Dulcolax Tablet