Printed From:

Anak Susah BAB, Apa yang Bisa Orangtua Lakukan?

Anak yang jarang atau susah buang air besar (BAB), bisa jadi merupakan tanda ia sedang sembelit. Seorang anak dikatakan sembelit apabila dalam satu minggu anak mengalami buang air besar (BAB) kurang dari tiga kali.[3] Jangan biarkan sembelit mengganggu aktivitas si kecil terlalu lama! Yuk segera cari tahu solusinya dalam ulasan berikut.

Cara mengatasi susah BAB pada anak

Saat anak susah BAB, ada banyak cara yang bisa ibu lakukan untuk bantu meringankannya, seperti:

Beri makan serat lebih banyak

Menambahkan makanan berserat, seperti buah dan sayur serta biji-bijian utuh (beras merah dan gandum) dalam menu makan harian si kecil sebaiknya tidak boleh terlewatkan.

Serat merupakan nutrisi yang bisa bantu melancarkan pencernaan. Di dalam tubuh, serat tidak bisa dicerna sehingga dapat membantu membersihkan usus dan melancarkan kontraksinya untuk memindahkan feses.[1]

Namun, jangan sekaligus memberikan serat terlalu banyak karena perut si kecil bisa kembung. Berikanlah sedikit-sedikit secara perlahan setiap hari.

Ajak anak perbanyak minum air putih

Minum cukup air putih dan cairan lain membantu feses bergerak lebih mudah untuk melewati usus.

Jumlah cairan yang dibutuhkan anak bervariasi tergantung berat dan usianya. Namun secara umum, anak usia sekolah butuh minum 3 sampai 4 gelas air putih setiap hari.[1]

Selain air putih, Anda juga bisa memberikan jus atau sari buah saat anak susah BAB. Namun, usahakanlah perbanyak air putih sebagaimana dilansir dari Harvard Health Publishing. Ini karena minuman yang satu ini lebih baik dibandingkan jenis cairan lainnya.

Batasi asupan susu

Susu bisa menjadi penyebab sembelit pada sebagian anak.[2] Selain itu, susu juga bisa membuat anak merasa kenyang lebih lama sehingga malas untuk makan-makanan sehat lain seperi buah dan sayur.

Maka sebaiknya batasi asupan susunya dalam sehari jika anak sedang susah BAB. Justru perbanyaklah air putih dan makanan berserat untuk melancarkan pencernaannya.

Anda tak perlu khawatir anak akan kekurangan nutrisi hanya karena tidak minum susu sesering biasanya. Pasalnya, ada banyak makanan pengganti susu yang punya zat gizi yang serupa. Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli termasuk makanan yang kaya kalsium sama seperti susu.

Ajak anak berolahraga

Aktivitas fisik seperti olahraga membantu melancarkan kerja otot usus untuk menggerakkan feses menuju anus.[1] Oleh karenanya, penting untuk mengajak anak tetap aktif sepanjang hari agar BAB-nya senantiasa lancar.

Anda bisa mengajak anak melakukan berbagai olahraga sederhana seperti, bermain tangkap bola, bersepeda, atau jalan-jalan sore. Apa pun kegiatannya, pastikan anak untuk tetap bergerak aktif agar ia tak lagi susah BAB.

Biasakan anak untuk ke toilet secara teratur

Meski anak merasa tak ingin BAB karena sakit dan kesusahan, Anda perlu mengajaknya untuk tetap ke toilet secara terjadwal.

Semakin lama kotoran berada di usus besar, akan semakin sulit untuk dikeluarkan. Oleh karena itu, hasrat untuk buang air besar tetap perlu dipancing.[2]

Caranya ajak anak untuk duduk di toilet di waktu-waktu ideal, misalnya setelah makan. Setelah makan, tubuh biasanya terdorong untuk mengeluarkan kotoran yang ada di dalamnya.

Agar anak tidak merasa stres dan tersiksa, Anda bisa membuatnya lebih nyaman dengan membawakan buku atau majalah kesukaannya.

Berikan obat pencahar

Jika berbagai cara alami di atas tidak juga membuahkan hasil, berikanlah anak obat pencahar.[2] Obat pencahar untuk anak yang bisa menjadi pilihan adalah Dulcolax sirup, sehingga anak bisa lebih mudah meminumnya.

Dulcolax sirup atau dikenal dengan nama Dulcolactol mengandung lactulose yang bekerja melunakkan feses. Dengan begitu, feses jadi lebih mudah dikeluarkan tanpa rasa sakit saat si kecil mengejan.

Agar anak yang susah BAB mau minum obat, coba campurkan obat pencahar sirup dengan jus buah, air, atau susu.

Akan tetapi, apabila anak sudah terlalu lama mengalami susah BAB, kondisi ini harus segera ditangani. Obat pencahar yang mengandung zat bisacodyl dalam bentuk supositoria (rektal) paling biasanya menjadi pilihan untuk kasus sembelit yang sudah terlalu lama. Efek obat pencahar jenis ini biasanya akan langsung terasa setelah 30 menit pemberian.

Namun, pastikan Anda membaca label kemasannya terlebih dahulu agar takaran dosisnya akurat dan waktu pemberian obatnya tepat.

Jangan mengurangi atau melebihkan dosis yang telah tercantum pada kemasan. Jika obat tak juga berpengaruh, bawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Referensi :

  1. Constipation https://kidshealth.org/en/parents/constipation.html accessed on September 5th 2019
  2. What to Do If Your Child is Constipated https://www.health.harvard.edu/blog/what-to-do-if-your-child-is-constipated-2019030516136 accessed on September 5th 2019
  3. Constipation in Children https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242 accessed on September 5th 2019
 
 

 

TIPS

Selain menggunakan obat pencahar, diperlukan juga aktivitas untuk mengurangi stress. Lakukan hal-hal yang dapat mengurangi tingkat stress seperti berolahraga, meditasi, yoga, dan tentunya diimbangi dengan pola makan yang sehat serta istirahat yang cukup.4

Artikel_Stress

Dulcolax Tablet